Ambon – Humas, Setelah menampuh perjalanan lebih dari 360 mil, Cruise Missile, yang dinahkodai Huxley Wayne Edward, menjadi yacht pertama yang tiba di pantai Amahusu Ambon, Selasa (21/7) dalam perhelatan Darwin - Ambon International Yacht Race 2009. Cruise Missile dengan lima orang awaknya mencatat waktu tercepat dan tiba di garis finish pukul 10.13 WIT, dalam lomba perahu layar tahunan ini sekaligus mencetak hat-trick dengan menjuarai ajang ini tiga kali berturut- turut sejak 2007.
Semula peserta yang mendaftar untuk mengikuti even ini sebanyak 20 yacht namun dalam perkembangannya jumlah peserta susut menjadi 10 yacht, sebelum akhirnya berkurang menjadi 9 yacht pada saat hendak berlayar dari kota Darwin, Australia Utara. Berkurangnya jumlah peserta ini disebabkan karena tidak dapat melangkapi berkas – berkas yang diperlukan pada saat berlayar.
Saat tiba di Amahusu, seluruh awak perahu layar menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan pelabuhan sebelum turun ke darat. Setelah dinyatakan lolos dari pemeriksaan kesehatan terkait virus influenza H1N1, petugas imigrasi dan bea cukai, langsung naik ke atas yacht untuk memeriksa kelengkapan dokumen yang dimiliki oleh peserta lomba. Dari pengamatan Ambon.go.id di atas yacht, Proses pemeriksaan ini sendiri berlangsung lancar tanpa ada kendala apapun.
Sample ImageSekretaris kota (Sekkot) Ambon Dr.H.J Huliselan/T, M.Kes ketika menyambut awak Cruise Missile, mengatakan bahwa seluruh warga kota Ambon menyambut baik penyelenggaraan yacht race ini dan berharap agar para peserta lomba yang telah tiba, mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama tinggal di kota Ambon.
“Atas nama seluruh warga Ambon kami mengucapkan selamat datang. Warga Ambon sangat menyambut baik kegiatan ini, semoga para peserta yacht senang tinggal disini, dan yang terpenting warga Ambon bisa menunjukan bahwa kota Ambon aman bagi wisatawan,” katanya.
Huxley Wayne Edward, Kapten Cruise Missile, menjelaskan bahwa perubahan arah mata angin sering menjadi kendala yang ia dan awak perahu layar lainnya alami namun hal tersebut dapat teratasi sehingga mereka dapat sampai ke garis finish dengan selamat.
“Tentu saja kami merasa senang dapat menjuarai event ini lagi. Tidak ada masalah dalam perjalanan kali ini kecuali perubahan arah angin dalam perjalanan.” ujarnya
Ketika disinggung mengenai adanya travel warning yang diberlakukan pemerintah Australia, pasca ledakan bom di indonesia, dengan ringan ia menjawab tidak terpengaruh dengan hal tersebut, dan berharap agar travel warning itu dicabut saja. “Lebih baik diberhentikan saja travel warning itu, karena kami senang berkunjung ke Ambon,” ucap Edward.
Sementara itu panitia event, Helen DeLima, menyatakan bahwa pemerintah Darwin sendiri sangat mendukung pelaksanaan kegiatan yang memiliki nilai historis ini. sehingga setelah event ini berakhir, pihaknya akan langsung mengadakan persiapan untuk pelaksanaan kegiatan yang sama tahun depan.
Dirinya menambahkan bahwa untuk kedepannya pihak panitia, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, serta pemerintah Darwin akan lebih gencar melakukan promosi, kegiatan sehingga gaung acara ini juga akan sampai ke Amerika dan Eropa. Sembari mengungkapakan harapan agar event tahun depan lebih banyak menjaring jumlah peserta.(*)




