Ambon - Humas, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berjanji untuk tetap mendukung pelaksanaan event darwin – Ambon yacht race digelar setiap tahun, meski kali ini hanya 9 yacht dapat yang berpartisipasi dalam lomba layar legendaris tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Dr. H.J Huliselan/T, M.Kes dalam sambutannya ketika menghadiri malam Presentation Ceremony dan Penyerahan Trophy bagi pemenang Darwin – Ambon Yacht Race 2009 yang digelar di Gedung Bank Indonesia, pada Sabtu (25/7).
Dalam acara yang juga dihadiri pimpinan SKPD di lingkup pemkot Ambon ini, Sekkot menjelaskan pada awalnya pihaknya telah memperoleh informasi bahwa 50 tim peserta akan turut ambil bagian dalam lomba perahu layar ini, namun ternyata dalam perkembangannya, jumlah peserta kemudian menyusut hingga 9 tim saja.
“Awalnya kami mendengar 50 perahu layar akan datang ke Ambon, tetapi karena ada sesuatu hal, sehingga tidak semua dapat ikut serta, namun kami tetap bergembira atas peserta yang sudah hadir saat ini. Meskipun ada insiden peledakan bom di Jakarta, event ini tetap dilaksanakan,” ujar Huliselan.
Sample ImageDirinya mengakui, bahwa pelaksanaan event Darwin – Ambon yacht race yang telah berlangsung sejak 1976 sangat terkait dengan hubungan sister city antara Ambon dan Darwin sehingga walaupun hanya satu perahu yang ikut serta, Pemkot Ambon tetap akan menyambut seperti menyambut 50 perahu.
“Ini bukan sekedar lomba, tapi menyangkut hubungan dua negara, walau 1 yacht yang hadir kami tetap bergembira dan menyambutnya seperti 50 yacht. Kita berharap event ini dapat terus berlangsung setiap tahun.” tegasnya, diikuti Aplause para undangan di malam itu.
Senada dengan Huliselan, ketua komite Sister city Darwin – Ambon, Rick Setter, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta dalam darwin Ambon yacht race 2009 dikarenakan krisis ekonomi yang melanda Australia.
“Namun apabila krisis ini berakhir, pada tahun depan jumlah peserta akan kembali meningkat. Berapa yacht yang jadi peserta bukan persoalan, yang penting adalah hubungan persahabatan antara Darwin dan Ambon,” ungkap Setter.
Sementara itu, pihak juri akhirnya menetapkan perahu layar Mai Tai dengan skipper Willesmith Colin yang tiba Selasa (21/7) sebagai juara dalam lomba layar tahun ini, dan berhak memboyong trophy bergilir dari Mentari Kebudayaan dan Pariwisata R.I. Penyerahan trophy dilakukan oleh Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Produk Pariwisata Unggulan Direktorat Jendral (Ditjen) Pengembangan Destinasi Wisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata R.I, Harwan Eko Cahyo. Selain meraih gelar juara pertama, Mai Tai juga mendapat penghargaan sebagai perahu layar Double Hull terbaik.
Posisi runner up dan juara ketiga masing – masing ditempati perahu layar Lightfoot dengan skipper Alexander Graham, dan Cruise Missile dengan skippernya Huxley Wayne Edward. Cruise Missile juga memperoleh penghargaan sebagai yacht yang pertama kali memasuki finish di Desa Amahusu kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, setelah start dari Darwin Australia Utara, Sabtu (18/7), Sedangkan perahu layar Jasmin dengan skipper Michael Alexander O’Keffe, mendapat penghargaan sebagai perahu Mono Hull terbaik. (*)




