Ambon - Humas, Ketidakpastian posisi kapal layar Windriver, salah satu perserta Darwin - Ambon Yacht Race 2009 yang hingga saat ini belum tiba di kota Ambon, terjawab sudah. Kapal dengan dengan captain Barrie Andrew Jhon itu, dilaporkan batal masuk finish dan sudah berlayar kembali menuju tempatnya memulai start yaitu di Australia selatan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda & Olah Raga, M. Keiluhu, SE, menjelaskan kepada ambon.go.id, Senin (27/7) di ruang kerjanya, bahwa hal tersebut sesuai informasi yang di dapat oleh pihak penyelenggara setelah ada komunikasi melalui radio oleh salah satu peserta yang sudah masuk finish lebih awal. Jawaban yang diberikan pihak Windriver adalah mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Ambon dan memutuskan kembali ke tempat asal di australia selatan.
“Mereka batal ikut perlombaan karena rute perjalanan yang lebih jauh dari Australia selatan hingga ke Ambon. Akhirnya dengan berat hati mereka memutuskan kembali ke tempat startnya. Itu informasi pasti yang kami peroleh,” Ujar Keiluhu.
Sample ImageDirinya menjelaskan dengan pembatalan tersebut, berarti hanya delapan yacht yang berhasil memasuki garis Finish di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Delapan yacht tersebut masing – masing ; Cruise missile dengan Captain Huxley Wayne Edward, Jasmin dengan captain Michael Alexander O’Keffe, Kiskha dengan Captain Butler Michael Lawrence, Light Foot dengan Captain Shaw Alexander Graham, Mai Tai dengan Captain Wilesmith Colin, 7069 dengan Captain Cristian Weishaupt, Pandora dengan Captain Rick Setter dan Maralinga dengan Captainnya Markus Luukonen.
Keiluhu mengatakan dengan adanya informasi tersebut, desas – desus yang berkembang bahwa perahu layar tersebut hilang atau tersesat menjadi terbantahkan. “Tidak yacht yang hilang atau tersesat, itu desas - desus yang sama sekali tidak berdasar,” tegasnya.
Sementara itu dari delapan yacht peserta yang ada, dua diantaranya telah berlayar mengelilingi beberapa pulau di wilayah kepaulauan Maluku yaitu Cruise Missile dan Kiskha, satu yacht lainnya akan bergabung dengan peserta Sail Bunaken Indonesia di Saumlaki, sedangkan lima yacht lain akan kembali berlayar ke Australia.
Keberadaan 45 orang awak yacht yang kesemuanya warga Australia ini sebelumnya berada di kota ambon selama kurang lebih tujuh hari,dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselanggarakan pihak panitia dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan hari Selasa ini (28/7), merupakan batas akhir jadwal clereance yacht mereka.(*)




