<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Koran Maluku</title>
	<atom:link href="http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koranmaluku.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 12:16:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Warga Lebak Selatan Mulai Sulit Dapatkan Air Bersih</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=39</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=39#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 19:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Banten - Kekeringan yang melanda Kabupaten Lebak sudah mulai menghawatirkan. Sejumlah kecamatan, terutama di wilayah Lebak Selatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Berdasarkan penelusuran Korabanten.Com, tidak kurang 4 Kecamatan di wilayah Lebak, seperti Kecamatan Cibeber, Cirinten, Banjarsari, dan Kecamatan Wanasalam mulai kekurangan air bersih.
Di Kecamatan Wanasalam, kesulitan air bersih dialami warga yang tinggal di Desa Parungpanjang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banten - Kekeringan yang melanda Kabupaten Lebak sudah mulai menghawatirkan. Sejumlah kecamatan, terutama di wilayah Lebak Selatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih.<span id="more-39"></span></p>
<p>Berdasarkan penelusuran Korabanten.Com, tidak kurang 4 Kecamatan di wilayah Lebak, seperti Kecamatan Cibeber, Cirinten, Banjarsari, dan Kecamatan Wanasalam mulai kekurangan air bersih.</p>
<p>Di Kecamatan Wanasalam, kesulitan air bersih dialami warga yang tinggal di Desa Parungpanjang, Parungsari, Bejod dan Cisaraf. Di Kecamatan Cibeber kekeringan juga menyerang Desa Warungbanten.</p>
<p>Di Kecamatan Cirinten, dua desa diantaranya, yakni Desa Badur dan Cempaka kondisinya sudah cukup memprihatinkan, karena persediaan air bersih yangs emakin sulit didapat. Sementara 3 desa lainnya yakni Desa Karoya, Datarcae dan Cirinten harus mengantri dan menempuh jarak yang amat jauh untuk mendapatkan air bersih.</p>
<p>“Bahkan kebutuhan Air bersih di Desa Parungpanjang dan Cisaraf sudah mulai sulit didapat sejak awal musim kemarau sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu,” kata Dulmuin warga Desa Parungsari Kecamatan Wanasalam.</p>
<p>Kesulitan yang dirasakan masyarakat, lanjut Dulmuin kepada Koran Banten khususnya dai Kecamatan Wanasalam mulai menyebar ke tiga desa lainnya, seperti Cisaraf, Kerta dan di desanya (Parungsari-Redd). “Setahu saya, delapan desa lainnya (di Kecamatan Wanasalam) persediaan air bersih masih cukup aman,” tuturnya.</p>
<p>Terpisah, Camat Cirinten, M. Soleh, membenarkan selein Di Kecamatan Lain. Wilayahnya juga dilanda kekeringan, seperti di Desa Datarcae, Kroya, Badur bahkan di desa Cirinten. Kata Soleh, wilayah Kecamatan Cirinten memang menjadi daerah yang produksi air bersihnya cukup sulit, karena memiliki kultur tanah yang tidak bisa menyerap air (Cadas- Red). Sehingga masyarakat harus menggali sumur dengan kedalaman yang cukup dalam (Lebih dari 30 meter-red).</p>
<p>“Itupun, kadang-kadang airnya tidak keluar, sehingga banyak warga yang terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan minum sehari-hari dan kebutuhan lainya,” tuturnya.</p>
<p>Atas dasar itu, Soleh mengaku pihaknya berharap instansi terkait bisa memberikan solusi atas kondisi tersebut, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.<br />
“Saya berharap Dinas Ciptakarya bisa memberikan program untuk menuntaskan persoalan kekurangan air tersebut, terutama di desa yang dinilai rawan kekurangan air bersih,” harapnya.</p>
<p><strong>(Yan Dahlan)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=39</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Start Dari Australia Selatan, Kapal Layar Windriver Batal Masuk Finish</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=26</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=26#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 19:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Ambon - Humas, Ketidakpastian posisi kapal layar Windriver, salah satu perserta Darwin - Ambon Yacht Race 2009 yang hingga saat ini belum tiba di kota Ambon, terjawab sudah. Kapal dengan dengan captain Barrie Andrew Jhon itu, dilaporkan batal masuk finish dan sudah berlayar kembali menuju tempatnya memulai start yaitu di Australia selatan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.koranmaluku.com/wp-content/uploads/2009/07/scr-regatta1-300x225.jpg" alt="scr-regatta1" title="scr-regatta1" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-52" /><strong>Ambon - Humas, </strong>Ketidakpastian posisi kapal layar Windriver, salah satu perserta Darwin - Ambon Yacht Race 2009 yang hingga saat ini belum tiba di kota Ambon, terjawab sudah. Kapal dengan dengan captain Barrie Andrew Jhon itu, dilaporkan batal masuk finish dan sudah berlayar kembali menuju tempatnya memulai start yaitu di Australia selatan.<span id="more-26"></span></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda &#038; Olah Raga, M. Keiluhu, SE, menjelaskan kepada ambon.go.id, Senin (27/7) di ruang kerjanya, bahwa hal tersebut sesuai informasi yang di dapat oleh pihak penyelenggara setelah ada komunikasi melalui radio oleh salah satu peserta yang sudah masuk finish lebih awal. Jawaban yang diberikan pihak Windriver adalah mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Ambon dan memutuskan kembali ke tempat asal di australia selatan.</p>
<p>“Mereka batal ikut perlombaan karena rute perjalanan yang lebih jauh dari Australia selatan hingga ke Ambon. Akhirnya dengan berat hati mereka memutuskan kembali ke tempat startnya. Itu informasi pasti yang kami peroleh,” Ujar Keiluhu.</p>
<p>Sample ImageDirinya menjelaskan dengan pembatalan tersebut, berarti hanya delapan yacht yang berhasil memasuki garis Finish di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Delapan yacht tersebut masing – masing ; Cruise missile dengan Captain Huxley Wayne Edward, Jasmin dengan captain Michael Alexander O’Keffe, Kiskha dengan Captain Butler Michael Lawrence, Light Foot dengan Captain Shaw Alexander Graham, Mai Tai dengan Captain Wilesmith Colin, 7069 dengan Captain Cristian Weishaupt, Pandora dengan Captain Rick Setter dan Maralinga dengan Captainnya Markus Luukonen.</p>
<p>Keiluhu mengatakan dengan adanya informasi tersebut, desas – desus yang berkembang bahwa perahu layar tersebut hilang atau tersesat menjadi terbantahkan. “Tidak yacht yang hilang atau tersesat, itu desas - desus yang sama sekali tidak berdasar,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu dari delapan yacht peserta yang ada, dua diantaranya telah berlayar mengelilingi beberapa pulau di wilayah kepaulauan Maluku yaitu Cruise Missile dan Kiskha, satu yacht lainnya akan bergabung dengan peserta Sail Bunaken Indonesia di Saumlaki, sedangkan lima yacht lain akan kembali berlayar ke Australia.</p>
<p>Keberadaan 45 orang awak yacht yang kesemuanya warga Australia ini sebelumnya berada di kota ambon selama kurang lebih tujuh hari,dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselanggarakan pihak panitia dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan hari Selasa ini (28/7),  merupakan batas akhir jadwal clereance yacht mereka.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=26</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Kembangkan Ambon Jadi Kota Jasa Perdagangan Berbasis Bisnis Kelautan</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=27</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=27#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 19:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Ambon - Humas, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk masa mendatang akan mengembangkan Kota Ambon menjadi kota jasa perdagangan berbasis bisnis kelautan. Hal ini terungkap dalam paparan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappekot) Ambon, Syarif Tuasikal,SH saat berlangsungnya Workshop Kewang/LPP dengan tema &#8220;Mengelola Hutan Mangrove Melalui Pendekatan Pranata Adat Kewang dan Sasi&#8221; yang diselenggarakan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ambon - Humas,</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk masa mendatang akan mengembangkan Kota Ambon menjadi kota jasa perdagangan berbasis bisnis kelautan. Hal ini terungkap dalam paparan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappekot) Ambon, Syarif Tuasikal,SH <span id="more-27"></span>saat berlangsungnya Workshop Kewang/LPP dengan tema &#8220;Mengelola Hutan Mangrove Melalui Pendekatan Pranata Adat Kewang dan Sasi&#8221; yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Unversitas Pattimura (Unpatti), Senin (27/7) lalu.</p>
<p>Dijelaskan, salah satu langkah untuk mewujudkan hal itu, khususnya untuk kawasan teluk dan pesisir Kota Ambon, adalah dengan program Ambon Water Front City. Dalam konsep ini, sejumlah misi yang diusung Pemkot Ambon adalah melalui pengembangan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung bisnis kelautan, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tenaga kerja terampil untuk mengolah dan mengelola wilayah, mengembangkan dan membangun sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan kawasan teluk di kota Ambon, membangun sistem kelembagaan untuk mengelola kawasan teluk dan pesisir di Kota Ambon yang berbasis masyarakat, mengembangkan kajian dalam mendorong pengembangan dan pengelolan bisnis kelautan secara berkelanjutan serta melestarikan sumber daya pesisir atau pembangunan kawasan teluk dan pesisir Kota Ambon yang berkelanjutan.</p>
<p>Untuk itu, tandas Tuasikal, kebijakan dan strategi pengembangan Ambon Water Front City dikemas dalam beberapa bagian strategi yaitu komunikasi, mengelola, melindungi, melestarikan, membangun, mitigasi dan memberdayakan. Strategi komunikasi, adalah menyangkut pengembangan pendidikan informasi komunikasi kepada masyarakat, dalam pengelolaan kawasan teluk dan pesisir secara terpadu dan komperhensif, strategi mengelola mencakup peningkatan kapasitas teknis dan kelembagaan dalam pengembangan, pemanfaatan dan pengelolaan kawasan teluk dan pesisir Kota Ambon secara terpadu, menyeluruh dan berkelanjutan.</p>
<p>Strategi melindungi, adalah memberikan perlindungan terhadap ekosistem dan sumber daya alam pesisir dan tata kehidupan masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan pembangunan. Strategi melestarikan adalam bagaimana upaya untuk memelihara nilai ekologis, sosial dan budaya pada kawasan teluk dan pesisir Kota Ambon guna memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di masa yang akan datang.</p>
<p>Sedangkan menyangkut strategi membangun, dirinya menjelaskan, hal tersebut berkaitan dengan pengembangan sarana dan prasarana serta peluang investasi melalui kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian kawasan teluk dan pesisir, yang bertumpu pada pengembangan jasa dan perdagangan pada bisnis kelautan. Strategi mitigasi, adalah upaya-upaya untuk mencegah, meminimalisir dan menanggulangi dampak bencana alam terhadap masyarakat dan infrastruktur ekonomi dan sosial yang ada. Serta strategi memberdayakan yang melingkupi upaya meningkatkan kapasitas SDM untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan teluk dan pesisir.</p>
<p>&#8220;Kota Ambon harus jadi kota perdagangan karena memang sejak dulu kota ini adalah kota perdagangan. Untuk itu kita menetapkan kota ini sebagai pusat transit bisnis. Karenanya, semua kegiatan perekonomian, perdagangan dan jasa ada di sini.  Dalam skala nasional, Ambon dapat dilihat sebagai PKN yaitu Pusat Kegiatan Nasional atau pintu masuk di bidang ekonomi dan kebudayaan,&#8221; ujar Tuasikal.</p>
<p>Ditambahkan, dengan ketersediaan sarana yang ada seperti pelabuhan laut dan pelabuhan udara, sangat memungkinkan terjadinya transaksi ekonomi. Langkah - langkah kedepan, ia membeberkan, dimulai dari sistem tata ruang, secara keseluruhan Kota Ambon tetap dikembangkan sesuai tujuh wilayah pengembangan, salah satunya adalah proyek pengembangan Desa Passo, Kecamatan Baguala, menjadi Kota Ambon orde kedua (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=27</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tanah Tak Bersertifikat, Jadi Kendala Utama Pemutihan IMB</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=25</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=25#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 19:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Ambon – Humas, Kendati Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah menetapkan Mei lalu sebagai bulan pemutihan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) namun hingga kini belum dilaksanakan. Penyebabnya banyak pemilik tanah yang tak miliki sertifikat, sebagai bukti kepemilikan. Kepala Dinas Tata Kota Ambon, M. A. S. Latuconsina, ST., MT. kepada ambon.go.id di ruang kerjanya, Selasa (28/7) mengungkapkan bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ambon – Humas,</strong> Kendati Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah menetapkan Mei lalu sebagai bulan pemutihan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) namun hingga kini belum dilaksanakan. Penyebabnya banyak pemilik tanah yang tak miliki sertifikat, sebagai bukti kepemilikan. <span id="more-25"></span>Kepala Dinas Tata Kota Ambon, M. A. S. Latuconsina, ST., MT. kepada ambon.go.id di ruang kerjanya, Selasa (28/7) mengungkapkan bahwa Pasalnya, salah satu syarat yang diatur dalam peraturan daerah (Perda) dan surat keputusan Walikota Ambon tentang retribusi IMB harus memiliki sertifikat tanah.</p>
<p>“Bulan Mei lalu dijadikan sebagai bulan pemutihan IMB namun kendala yang dihadapi adalah kepemilikan tanah yang belum lengkap dari warga. Jika kondisi dipaksakan akan menjadi masalah karena bertentangan dengan perda,” katanya. Untuk itu, Dinas Tata Kota saat ini sementara melakukan revisi terhadap perda yang disesuaikan dengan kondisi sekarang, dimana draf awal dari perda itu persyaratannya adalah bangunan warga, maupun bangunan untuk bisnis harus pro lingkungan seperti biopori dan memiliki sanitasi yang baik.</p>
<p>Latuconsina menjelaskan, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyangkut kepemilikan sertifikat sah dapat dibuktikan seperti apa. “Kita akan konsultasikan dengan BPN, apakah kepemilikan sertifikat yang sah itu dapat dibuktikan dengan apa dan batasannya sampai sejauh mana,” ujarnya. Dikatakan, bila pemerintah mengeluarkan IMB, maka tidak lagi ditemukan ada masalah dimana sebelum IMB dikeluarkan semua sertifikat sudah dipenuhi.</p>
<p>“Terkait dengan pemutihan IMB ini, akan kita sinkronkan dulu dengan persyaratan yang ada di dalam perda, tidak mungkin kita buat kebijakan yang bertentangan dengan aturan yang kita keluarkan sendiri, kita sementara merevisi dalam draf perda dan kita berharap selesai dalam tahun ini, sehingga pemutihan bisa dilaksanakan pada akhir tahun,” tandasnya.</p>
<p>Latuconsina mengatakan, masyarakat Kota Ambon mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mengurus IMB namun terhambat sertifikat, dan bahkan banyak warga yang mengurus sertifikat tetapi ditolak BPN karena menyangkut hal keperdataan, dimana terjadi sengketa tanah dan lebih banyak terjadi di Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, sehingga pihak BPN tidak berani mengeluarkan sertifikat tanah. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=25</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Walikota Ajak Masyarakat Pilah Sampah Sebelum Dibuang</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=23</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=23#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 19:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Ambon- Humas, Tidak selamanya sampah itu tidak berguna, penanganan dan pengolahan sampah dengan cara yang tepat, dapat merubah sampah yang semula dianggap tidak bernilai, hingga memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan. Hal ini terungkap dari  kunjungan Walikota Ambon Drs. M.J Papilaja, MS saat mengunjungi Instalasi Pengolahan Sampah Terakhir (IPST) di Dusun Toisapu, Desa Hutumuri, Kec.Leitimur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ambon-</strong> Humas, Tidak selamanya sampah itu tidak berguna, penanganan dan pengolahan sampah dengan cara yang tepat, dapat merubah sampah yang semula dianggap tidak bernilai, hingga memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan. <span id="more-23"></span>Hal ini terungkap dari  kunjungan Walikota Ambon Drs. M.J Papilaja, MS saat mengunjungi Instalasi Pengolahan Sampah Terakhir (IPST) di Dusun Toisapu, Desa Hutumuri, Kec.Leitimur Selatan, Kota Ambon, Rabu (29/7).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut walikota didampingi kepala kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kota Ambon, Ir. Pieter Saimima, Msi. Di lokasi IPST yang dibangun sejak 2007 tersebut, rombongan Walikota disambut dan diajak berkeliling oleh kepala IPST, Ishak Batjeran. Selain melihat – lihat hasil pengolahan sampah berupa pupuk kompos yang dalam sebulan diproduksi hingga 8 ton, Walikota juga sempat berdialog dengan pegawai IPST dan para pemulung sampah plastik di lokasi tersebut.</p>
<p>Kepada ambon.go.id seusai kunjungan, Walikota mengatakan bahwa sejak IPST dibangun, berbagai manfaat telah dirasakan, salah satunya adalah sampah kini telah memilik nilai ekonomis dengan diolah menjadi pupuk kompos yang siap dijual bahkan hingga ke luar daerah.</p>
<p>Sample Image“Sampah kini memiliki nilai ekonomis. Diolah menjadi pupuk kompos, yang kemasannya sudah disiapkan, dan siap utuk dijual. Ternyata Sudah banyak pesanan yang masuk, dari hotel – hotel, bahkan hingga ke luar daerah,” ujar Papilaja.</p>
<p>Dirinya mengakui bahwa pengolahan sampah ini dimungkinkan karena IPST memiliki mesin – mesin pengolah sampah yang didatangkan dari pulau jawa pada bulan Mei yang lalu. Walaupun Mesin – mesin ini memiliki kemampuan untuk memilah dan mengolah sampah dalam jumlah besar, dirinya berharap masyarakat juga mulai membiasakan diri untuk dapat memilah sampah sendiri sebelum dibuang, sehingga kerja mesin tersebut tidak menjadi berat dan akhirnya cepat rusak.</p>
<p>“Yang kita harapkan adalah sampah basah dan sampah kering dipisahkan oleh masyarakat sebelum dibuang. Walaupun mesin baru ini canggih, namun pemilihan sampah sebelum dibuang, akan sangat membantu kerja mesin ini, sehingga tidak mudah rusak” jelas Papilaja.</p>
<p>Ditambahkan, pembangunan IPST ini telah diatur sedemikian rupa mengacu kepada konsep analisa dampak lingkungan yang aman dan bersih, hal ini dapat dibuktikan dengan instalasi pipa yang dibangun disepanjang lokasi pembuangan sampah yang dapat menyerap asap serta bau tak sedap dari sampah yang ada sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.</p>
<p>Selain itu, Papilaja menjelaskan,dilain sisi pembangunan IPST juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, dimana jumlah penganguran berkurang karena lowongan kerja yang terbuka luas bagi mereka baik sebagai karyawan maupun sebagai pemulung sampah plastik</p>
<p>“Bisa dilihat sendiri bahwa IPST ini juga membantu kehidupan masyarakat di tempat ini, mereka dapat bekerja sebagai pegawai di sini, dan juga ada yang bekerja sebagai pemulung sampah plastik untuk dijual ke pabrik, ini meningkatkan taraf hidup mereka,” pungkas Papilaja. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=23</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Dapat Mencegah Penularan Influenza A H1N1</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=41</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=41#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 19:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[MASYARAKAT mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1, yaitu dengan perilaku hidup bersih dan sehat diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MASYARAKAT mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1, yaitu dengan perilaku hidup bersih dan sehat diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. <span id="more-41"></span>Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.</p>
<p>Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4%.<br />
Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 20 Juli 2009.</p>
<p>Untuk mencegah penyebarannya di Indonesia, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu : penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).</p>
<p>Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=41</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Siap Realisasikan Pemberian Intensif Bagi 25 TPS Terbaik</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=29</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=29#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 19:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Ambon – Humas, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan mewujudkan janjinya untuk memberikan insentif bagi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang dinilai berhasil menyelenggarakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 8 juli lalu di kota Ambon. 
Walikota Ambon, Drs. M.J Papilaja, MS. kepada ambon.go.id, di kediamannya, Jumat (24/7) mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk merealisasikan pemberian insentif, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ambon – Humas, </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan mewujudkan janjinya untuk memberikan insentif bagi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang dinilai berhasil menyelenggarakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 8 juli lalu di kota Ambon. <span id="more-29"></span></p>
<p>Walikota Ambon, Drs. M.J Papilaja, MS. kepada ambon.go.id, di kediamannya, Jumat (24/7) mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk merealisasikan pemberian insentif, namun hingga saat ini belum ada laporan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon terkait penetapan 25 TPS terbaik yang masing masing KPPS nya akan memperoleh Rp 2,5 juta sebagi intensif atas prestasinya itu.</p>
<p>“Setelah Pemkot mendapat laporan dari KPU Kota Ambon tentang TPS terbaik yang sukses menyelenggarakan Pilpres maka Pemkot akan langsung menindaklanjutinya,” Ujar Papilaja.</p>
<p>25 TPS yang dinilai sebagai yang terbaik dengan syarat mendatangkan pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), minimal 80 persen. Bukan itu saja, syarat lainnya adalah dalam proses pencontrengan dan penghitungan suara berjalan lancar dan aman serta tidak ada protes dari masyarakat atau para saksi pasangan Calon Presiden (Capres) dan calon Wakil Presiden (Cawapres).</p>
<p>“Pemberian intensif ini dimaksudkan mendorong KPPS, untuk aktif mendatangkan pemilih yang terdaftar dalam DPT untuk ikut mencontreng. Tapi indikatornya 80 persen sekurang – kurangnya pemilih harus menggunakan hak pilihnya, jika kurang dari itu maka belum memenuhi standar,” jelas Papilaja.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dalam rangka mendorong suksesnya Pilpres tahun ini, Pemkot Ambon menyiapkan insentif masing-masing Rp 2,5 juta bagi 25 Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbaik di kota ini, saat dilangsungkannya Pilpres 8 Juli 2009 yang lalu.</p>
<p>Walikota Ambon, Drs. M.J Papilaja, MS menyampaikan secara langsung hal ini, dihadapan Gubernur Maluku K. A. Ralahalu dan jajaran Muspida Provinsi Maluku, saat memantau kesiapan Kota Ambon menghadapi pilpres, sekaligus bertatap muka dengan kepala desa (kades), Lurah, camat dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkot Ambon, yang dilangsungkan di Balai Kota Ambon, Senin (6/7) lalu.</p>
<p>Rencana pemberian insentif bagi TPS terbaik ini  juga telah disampaikan melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon, saat melakukan pembekalan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilpres.</p>
<p>Jumlah TPS yang akan dianugerahkan sebagai TPS terbaik dan berhak mendapatkan insentif, akan disesuaikan dengan jumlah TPS yang ada di lima kecamatan di Kota Ambon. Contohnya, untuk Kecamatan Sirimau yang jumlah TPS cukup banyak, diberikan quota penetapan TPS terbaik juga lebih besar dibandingkan dengan kecamatan lain yang jumlah TPSnya sedikit. Saat Pilpres berlangsung, keseluruhan TPS di kota ini berjumlah 558 TPS, di bawah 56 Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tersebar di 50 desa/ kelurahan di kota Ambon.(*) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=29</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Dukung Darwin – Ambon Yacht Race Jadi Agenda Tahunan</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=32</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=32#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 19:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Ambon - Humas, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berjanji untuk tetap mendukung pelaksanaan event darwin – Ambon yacht race digelar setiap tahun, meski kali ini hanya 9 yacht dapat yang berpartisipasi dalam lomba layar legendaris tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Dr. H.J Huliselan/T, M.Kes dalam  sambutannya ketika menghadiri malam Presentation Ceremony [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ambon - Humas, </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berjanji untuk tetap mendukung pelaksanaan event darwin – Ambon yacht race digelar setiap tahun, meski kali ini hanya 9 yacht dapat yang berpartisipasi dalam lomba layar legendaris tersebut. <span id="more-32"></span>Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Dr. H.J Huliselan/T, M.Kes dalam  sambutannya ketika menghadiri malam Presentation Ceremony dan Penyerahan Trophy bagi pemenang Darwin – Ambon Yacht Race 2009 yang digelar di Gedung Bank Indonesia, pada Sabtu (25/7).</p>
<p>Dalam acara yang juga dihadiri pimpinan SKPD di lingkup pemkot Ambon ini, Sekkot menjelaskan pada awalnya pihaknya telah memperoleh informasi bahwa 50 tim peserta akan turut ambil bagian dalam lomba perahu layar ini, namun ternyata dalam perkembangannya, jumlah peserta kemudian menyusut hingga 9 tim saja.</p>
<p>“Awalnya kami mendengar 50 perahu layar akan datang ke Ambon, tetapi karena ada sesuatu hal, sehingga tidak semua dapat ikut serta, namun kami tetap bergembira atas peserta yang sudah hadir saat ini. Meskipun ada insiden peledakan bom di Jakarta, event ini tetap dilaksanakan,” ujar Huliselan.</p>
<p>Sample ImageDirinya mengakui, bahwa pelaksanaan event Darwin – Ambon yacht race yang telah berlangsung sejak 1976 sangat terkait dengan hubungan sister city antara Ambon dan Darwin sehingga walaupun hanya satu perahu yang ikut serta, Pemkot Ambon tetap akan menyambut seperti menyambut 50 perahu.</p>
<p>“Ini bukan sekedar lomba, tapi menyangkut hubungan dua negara, walau 1 yacht yang hadir kami tetap bergembira dan menyambutnya seperti 50 yacht. Kita berharap event ini dapat terus berlangsung setiap tahun.” tegasnya, diikuti Aplause para undangan di malam itu.</p>
<p>Senada dengan Huliselan, ketua komite Sister city Darwin – Ambon, Rick Setter, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta dalam darwin Ambon yacht race 2009 dikarenakan krisis ekonomi yang melanda Australia.</p>
<p>“Namun apabila krisis ini berakhir, pada tahun depan jumlah peserta akan kembali meningkat. Berapa yacht yang jadi peserta bukan persoalan, yang penting adalah hubungan persahabatan antara Darwin dan Ambon,” ungkap Setter.</p>
<p>Sementara itu, pihak juri akhirnya menetapkan perahu layar Mai Tai dengan skipper Willesmith Colin yang tiba Selasa (21/7) sebagai juara dalam lomba layar tahun ini, dan berhak memboyong trophy bergilir dari Mentari Kebudayaan dan Pariwisata R.I. Penyerahan trophy dilakukan oleh Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Produk Pariwisata Unggulan Direktorat Jendral (Ditjen) Pengembangan Destinasi Wisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata R.I, Harwan Eko Cahyo. Selain meraih gelar juara pertama, Mai Tai juga mendapat penghargaan sebagai perahu layar Double Hull terbaik.</p>
<p>Posisi runner up dan juara ketiga masing – masing ditempati perahu layar Lightfoot dengan skipper Alexander Graham, dan Cruise Missile dengan skippernya Huxley Wayne Edward. Cruise Missile juga memperoleh penghargaan sebagai yacht yang pertama kali memasuki finish di Desa Amahusu kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, setelah start dari Darwin Australia Utara, Sabtu (18/7), Sedangkan perahu layar Jasmin dengan skipper Michael Alexander O’Keffe, mendapat penghargaan sebagai perahu Mono Hull terbaik. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=32</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KPU: Penetapan Presiden Tunggu MK</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=46</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=46#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 19:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Meski hasil pemilu presiden sudah diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan menetapkan presiden terpilih setelah proses sengketa pilpres selesai di Mahkamah Konstitusi (MK). 
“Soal penetapan presiden terpilih kita tunggu hasil (sengketa hasil penghitungan suara pilpres) MK,” kata anggota KPU Andi Nurpati di Gedung KPU kemarin. Dia mengatakan, penetapan pemenang pilpres harus berdasarkan putusan MK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski hasil pemilu presiden sudah diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan menetapkan presiden terpilih setelah proses sengketa pilpres selesai di Mahkamah Konstitusi (MK). <span id="more-46"></span></p>
<p>“Soal penetapan presiden terpilih kita tunggu hasil (sengketa hasil penghitungan suara pilpres) MK,” kata anggota KPU Andi Nurpati di Gedung KPU kemarin. Dia mengatakan, penetapan pemenang pilpres harus berdasarkan putusan MK atas gugatan hasil pilpres dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.</p>
<p>Dengan begitu, putusan MK nanti turut mempengaruhi penetapan presiden terpilih. Sekadar diketahui, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi nasional pemungutan suara pilpres pada 23 Juli 2009. Hasilnya, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono memperoleh suara 73.874.562 atau setara dengan 60,80%.</p>
<p>Disusul pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dengan 32.548.105 atau 26,79%. Kemudian, di posisi ke-tiga adalah pasangan Jusuf Kalla- Wiranto yang mendapatkan 15.081.814 atau 12,41%. Setelah pengesahan hasil tersebut, hari ini KPU akan menetapkan hasil rekapitulasi nasional pemungutan suara pilpres.</p>
<p>Kemudian, selama 3 x 24 jam pasangan capres-cawapres yang tidak puas dengan hasil tersebut dapat mengajukan gugatan ke MK. Kemudian MK mempunyai waktu 14 hari kerja untuk memproses gugatan tersebut. Nah, setelah semua proses MK selesai dan dilaksanakan, KPU akan menetapkan pasangan pemenang pilpres.</p>
<p>Andi mengatakan, untuk penetapan hasil rekapitulasi nasional pemungutan suara, KPU mengharapkan semua pasangan capres cawapres hadir. Namun, jika pun ada di antara mereka yang tidak datang, tidak akan berpengaruh terhadap penetapan hasil rekapitulasi pilpres. ”Jika tidak datang, tidak ada pengaruhnya terhadap legalitas,”ujarnya.</p>
<p>KPU Lakukan Validasi</p>
<p>Sementara itu,KPU akan melakukan validasi terhadap hasil rekapitulasi nasional pemungutan suara pilpres pada 23 Juli 2009. Validasi dilakukan untuk memastikan tidak ada kekeliruan dalam proses memasukkan data hasil rekapitulasi ke dalam sistem komputer. Validasi itu tetap dihadiri oleh KPU provinsi.</p>
<p>“Bersama KPU provinsi, kami melakukan verifikasi dan validasi terhadap hasil rekapitulasi yang telah disahkan,” kata anggota KPU Andi Nurpati. Hasil rekapitulasi suara harus dipastikan tidak memiliki kesalahan, sehingga proses verifikasi dan validasi harus dihadiri KPU provinsi yang memegang rekapitulasi di daerah.</p>
<p>“Kalau sudah clear, KPU akan menandatangani berita acaranya dan sertifikat untuk kemudian diproses lebih lanjut,” lanjut Andi. Pertemuan verifikasi dan validasi juga membahas kesiapan data-data formulir rekapitulasi dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Selain sebagai kelengkapan administrasi, hal itu penting untuk bukti dalam sidang sengketa hasil pilpres.</p>
<p>Menurut Andi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).“ Bawaslu juga sudah menerima formulir C-1 dari TPS,”kata Andi. Di tempat terpisah, KPU diminta menunda penetapan presiden dan wakil presiden terpilih.</p>
<p>Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, ketidakhadiran saksi dua pasangan capres bisa berdampak keabsahan rekapitulasi hasil pilpres. “Kalau rapat tidak dihadiri saksi pasangan calon tidak sah,” katanya dalam diskusi di Gedung DPD, Jakarta,kemarin.</p>
<p>Ray menambahkan, sesuai Pasal 153 ayat (2) UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, KPU harus melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ”Dalam rapat yang dihadiri saksi pasangan calon dan Bawaslu.</p>
<p>”Karena itu, mekanisme rapat pleno KPU harus dilihat lagi.Ray mengakui ketidakhadiran dua saksi pasangan capres tidak masalah.“Tapi kalau rapatnya tidak sah,apa yang mau ditandatangani,”ujarnya. Dalam rapat rekapitulasi kemarin, saksi dari pasangan Megawati- Prabowo tidak hadir dan saksi pasangan Jusuf Kalla-Wiranto walk out.</p>
<p>Saksi Megawati berdalih, rekapitulasi itu cacat karena KPU telah melakukan perubahan DPT menjelang pemilihan tanpa mengumumkannya ke publik. Selain mekanisme pleno yang berakibat tidak sahnya perhitungan,Ray melihat masalah perubahan DPT secara sepihak pun menjadi celah buruknya kualitas hasil pemilu.</p>
<p>Dia menambahkan,masalah rapat pleno penetapan dan ketertutupan KPU dalam penetapan DPT bisa digugat ke Mahkamah Agung (MA).“Kalau pangkalnya tidak jelas, bagaimana dengan ujungnya. Seharusnya diumumkan satu hari sebelumnya,”ujarnya. Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan akan hadir dalam penetapan perhitungan hasil rekapitulasi suara KPU pagi ini.</p>
<p>Tim sukses capres SBY-Boediono,Andi Mallarangeng, mengatakan, SBY baru akan memberikan pidato penerimaan sebagai presiden terpilih setelah proses hukum berbagai pelanggaran pilpres di MK selesai. “Karena rakyat memberi mandat pada pemilu ini, maka sebagai presiden terpilih akan menerima mandat tersebut untuk lima tahun ke depan,” ujar Andi di Puri Cikeas, Bogor.</p>
<p>Menyikapi sikap pasangan capres Megawati-Prabowo dan JKWiranto yang tidak akan menandatangani berita acara KPU, Andi mengatakan bahwa hal itu merupakan hak masing-masing capres. Andi optimistis, pada waktunya para capres lain akan legawa dan akan menerima hasil pemilu pilpres ini.</p>
<p>“Yang jelas SBY menghormati kalau ada yang mau menempuh proses hukum di MK dan sebagainya. Kami cuma berharap semua mengingat ikrar sejak awal, siap kalah siap menang,”harapnya. @Yus, Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=46</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rupiah Tembus Rp 10.000, Indikator Awal Pemulihan Ekonomi</title>
		<link>http://www.koranmaluku.com/?p=43</link>
		<comments>http://www.koranmaluku.com/?p=43#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 19:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koranmaluku.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin ditutup menembus level psikologis Rp10.000 per dolar AS pada level kurs tengah Rp9.995.
Penguatan rupiah dinilai sebagai mulai masuknya arus modal jangka pendek (hot money) dalam jumlah besar ke sistem keuangan Indonesia, didorong ekspektasi berangsur pulihnya perekonomian nasional, regional,maupun global. Pengamat pasar uang Farial Anwar menuturkan, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin ditutup menembus level psikologis Rp10.000 per dolar AS pada level kurs tengah Rp9.995.<span id="more-43"></span></p>
<p>Penguatan rupiah dinilai sebagai mulai masuknya arus modal jangka pendek (hot money) dalam jumlah besar ke sistem keuangan Indonesia, didorong ekspektasi berangsur pulihnya perekonomian nasional, regional,maupun global. Pengamat pasar uang Farial Anwar menuturkan, dengan perkembangan yang ada, rupiah bahkan bisa lebih menguat di bawah level Rp9.995 per dolar AS.</p>
<p>Dia menduga bank sentral kini malah berbalik menahan penguatan agar tidak terlalu tajam dan menjaga agar gerakan rupiah lebih stabil. ”Alasannya menyelamatkan eksportir, tapi seharusnya penguatan itu jangan ditahan,” katanya di Jakarta kemarin. Gerak penguatan rupiah lebih lambat dibandingkan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pascateror bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pekan lalu.</p>
<p>Ketika dibuka Selasa (21/7), IHSG tercatat langsung meroket 40 poin ke 2.146,5. Kemarin bahkan ditutup lebih tinggi lagi, di level 2.185,6. Ini adalah rekor tertinggi IHSG sejak dihantam dampak krisis keuangan global pada akhir 2008. Terlepas dari itu,Farial menilai Bank Indonesia (BI) sukses meredam dampak teror bom, sehingga rupiah hanya melemah pada hari nahas itu saja.</p>
<p>Selanjutnya kurs tengah rupiah BI bergerak mendatar di kisaran Rp10.060 dan akhirnya menguat 65 poin kemarin, menembus level psikologis Rp10.000. Sementara itu, Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, cadangan devisa antara akhir Juni 2009 lalu hingga kemarin turun sekitar USD600 juta menjadi USD56,9 miliar.</p>
<p>Namun Budi tidak mengaitkan penurunan tersebut dengan upaya menjaga nilai tukar rupiah pascateror bom. Di pasar saham, masuknya dana jangka pendek juga tampak dari perilaku investor asing yang setiap hari dalam sepekan ini lebih banyak membeli daripada menjual saham. Hal yang sama ditunjang data kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SUN) di pasar sekunder yang tidak surut selepas aksi pengeboman.</p>
<p>Analis Erdikha Elit Securities Joseph Pangaribuan mengatakan, penguatan rupiah dan IHSG merupakan indikator awal pemulihan ekonomi. ”Biasanya indeks saham bisa mencium dini sinyal baik perekonomian, baru kemudian direspons oleh sektor riil,”kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, derasnya arus hot money terjadi karena investasi di Indonesia kini dinilai jauh lebih menguntungkan daripada negara lain. Indonesia, China,dan India adalah tiga negara di kawasan Asia yang masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif hingga akhir tahun ini.</p>
<p>Mengikuti perkembangan rupiah, Farial mengingatkan kemungkinan munculnya aksi spekulasi baru selain nilai tukar, yakni spekulasi harga komoditas di bursa berjangka. Salah satu indikator paling nyata menurut dia adalah pergerakan harga minyak dunia yang mulai merangkak naik.</p>
<p>Kemarin harga minyak mentah di perdagangan Asia untuk kontrak berjangka utama New York jenis light sweet untuk pengiriman September mencapai USD66,50 per barel,dan jenis Brent North Sea untuk pengiriman bulan yang sama USD68,80 per barel.</p>
<p>Menurut Farial pergerakan antara rupiah dan harga minyak saat ini mirip seperti situasi tahun lalu. Tahun lalu harga minyak yang mahal akibat spekulasi, diiringi naiknya nilai tukar dolar AS membuat APBN tertekan, terutama untuk menutupi biaya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang membengkak. @Yus, Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koranmaluku.com/?feed=rss2&amp;p=43</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
